Mungkin ada yang pernah disakiti teman atau sahabat? Sebagai manusia yang punya keunggulan tertinggi di antara semua mahluk, kita ternyata tetap harus belajar pada naluri hewan. Bahkan pada sepasang tikus putih ini.


Di sebuah kebun binatang, Hangzau Zoo di provinsi Zheijang, Cina Timur, terjadi pemandangan unik sekaligus mengharukan. Ketika dua ekor tikus putih dimasukkan ke dalam kandang ular untuk makan malam, salah satu tikus tadi langsung didekati ular sebagai santapan pertamanya.

Namun, apa yang terjadi? Teman tikus putih tersebut dengan gagah berani mendekati ular dan menyerang untuk menolong temannya yang sedang dalam bahaya, sekarat dalam mulut ular. Tentu saja tindakan ini teramat nekad, mengingat ular hijau ini adalah jenis ular berbisa. Jadi, bukan saja jauh lebih besar dari ukuran tubuh sang tikus, kekuatan ular ini jauh di atas kelasnya.



Seorang penjaga yang bertugas memberi makan ular ini, menyaksikan dan mengabadikan kejadian tersebut. Ia pun dengan penuh haru mengambil kembali tikus yang menyerang ular pemangsanya. Menurut sang penjaga, tikus ini punya hak untuk memperoleh kesempatan hidup.

Kisah di atas mungkin bisa jadi renungan, begitulah seharusnya kita memperlakukan seorang sahabat, tidak hanya ikut tertawa saat bahagia, tapi juga hadir ketika ia dalam duka dan butuh pertolongan.

Bincang di facebook

Usaha Mohd Hafiedz Harun, 34, untuk menyelamatkan anaknya yang lemas berakhir dengan dia turut lemas dan nasib sama turut menimpa abangnya dalam kejadian meragut nyawa tiga bersaudara di Pantai Pandak, Chendering, di sini, semalam.

Dalam kejadian kira-kira jam 6.45 petang itu, ketiga-tiga mangsa berkelah bersama 35 orang daripada tujuh keluarga yang berkumpul sempena cuti sekolah.

Kejadian berlaku apabila Mohd Hafiedz cuba menyelamatkan anaknya, Mohd Adam Daniel, 7, yang dihanyutkan arus ketika mandi. Bagaimanapun, disebabkan ombak besar, Mohd Hafiedz turut lemas sebelum abangnya, Saifuddin, 49, yang terjun ke laut untuk menyelamatkan dua beranak itu turut terkorban.

Selain mereka bertiga, dua lagi iaitu Burhanuddin Helmi, 43, yang juga adik kepada Saifudin dan iparnya, Ahmad Idzaham Tayyib, 41, turut lemas, namun berjaya diselamatkan dan kini menerima rawatan di Hospital Sultanah Nur Zahirah (HSNZ), di sini. Bapa mentua Mohd Hafiedz, Musa Mohamad, 70, berkata sebelum kejadian, dia mengetahui anak dan menantu serta beberapa lagi saudara-mara mereka bercadang berkelah di pantai berkenaan sempena cuti sekolah. - my Metro

Bincang di facebook
China terkenal dengan penguatkuasaan hukumnya yang sangat kuat. Hal tersebut memang sudah terbukti menekan angka jenayah di negara tersebut. Kita sering mendengar berita penguatkuasaan undang-undang di sana mengeksekusi hukuman mati kepada para koruptor dan para pengedar dadah. Beza sekali dengan Indonesia di mana undang-undang boleh diatur dengan segepok wang.





Mendapat baju tahanan baru dan makanan ringan dari sipir penjara

Belum lama ini pemerintah China mempublikasikan foto-foto banduan wanita yang dieksekusi hukuman mati karena terbukti mengedarkan dadah. Kelihatan dalam foto-foto tersebut, pada awalnya dia kelihatan tegar dan menerima semuanya dengan lapang dada termasuk merelakan nyawanya di hadapan pasukan tembak. Wanita ini sempat bercanda dengan rakan-rakan sesama banduan dan menyampaikan beberapa pesan menjelang kematiannya.




Bersennda gurau dengan para tahanan lainnya


Bertukar pesan dengan sesama banduan wanita lainnya

Dan menjelang detik-detik eksekusinya dia diberikan kesempatan menikmati makanan kesukaannya dan dibelikan busana baru. Ia kelihatan gembira dan seakan tanpa beban.


Mendapat hadiah baju baru menjelang eksekusi. Baju tersebut dia pakai ketika dieksekusi


Menikmati jamuan terakhir sebelum dieksekusi


Menjelang eksekusi dia merasa sedih dan tegang


Para sipir memasang borgol sebelum pelaksanaan eksekusi


Digiring ke tempat eksekusi dengan disaksikan banyak wartawan

Namun bagaimanapun tegarnya dia tetaplah manusia biasa yang juga memiliki rasa takut karena detik-detik terakhir hidupnya sudah dekat. Hal ini dapat dilihat dari foto-foto terakhirnya, dimana wajahnya terlihat tegang.


Dan inilah detik terakhir hidupnya di hadapanpasukan penembak

Hal ini merupakan amaran dan peringatan secara halus yang dirilis pemerintah China agar jangan mencuba-cuba menjadi pengedar dan pemakai dadah di negara tersebut.

(What’s on Xiamen)

Bincang di facebook